sambil memasak mie serta sambil membuat telor dadar untuk makan malam, aku terkenang dengan suatu aktivitas sungai yang menghiasi aliran sungai Amandit Kandangan. aktivitas yang sekarang sudah sulit untuk ku jumpai di sungai. aktivitas dari masyarakat bukit meratus yang tidak lain adalah aktivitas mereka membawa bambu menggunakan rakit, atau dalam bahasa kandangan yaitu balabuh menggunakan lanting. pemandangan yang unik yang sekarang sudah sulit untuk ditemui. dulu masyarakat bukit meratus membawa bambu melalui sungai yaitu untuk dijual ke kota, selain untuk menjual bambu yang mereka bawa, masyarakat juga menggunakan lanting (rakit) sebagai alat transportasi air misalnya untuk membeli bahan-bahan makanan, pakaian serta perlengkapan hidup sehari-hari.
kamis sore adalah waktu yang tepat untuk melihat iring-iringan lanting di sungai amandit, di hari kamis iring-iringan lanting ini bagaikan pawai. banyaknya pelabuh lanting di hari kamis karena pada hari jum’atnya merupakan hari pasar di kandangan. lanting besar yang terbuat dari bambu pilihan yang disusun (disirat) biasanya cukup untuk 7-8 orang. di saat air sungai dalam lanting mereka dengan mudah melewati sungai, namun pada saat musim kemarau air sungai menjadi surut, lanting mereka pun lebih sulit untuk melewati aliran sungai amandit yang pada waktu air surut banyak batu-batu besar yang muncul ke permukaan serta banyak bongkahan-bongkahan kayu di tengan sungai. tak jarang lanting mereka kandas di tengah sungai akibat terhalang batu atau terhalang bongkahan kayu. sepanjang mereka melawati sungai intraksi antara pelabuh lanting pun sering terjadi dengan warga yang tinggal di aliran sungai amandit, saling sapa menyyapa antara yang lewat dan yang dilewati.
tak hanya di hari kamis kita bisa melihat iring-iringan lanting tersebut, pada hari-hari biasa pun juga bisa kita lihat namun tidak sebanyak dan tidak seasyik melihat iring-iringan lanting seperti di hari kamis.
sekarang, entah hari kamis apalagi hari-hari biasa, aktivitas melabuh lanting bambu sudah jarang sekali kita jumpai. dengan hadirnya alat angkutan umum yang mereka kenal maka mereka lebih memilih menggunakan jalan darat dibandingkan dengan menggunakan sungai, selain menghemat tenaga, menggunakan angkutan darat juga bisa menghemat waktu. kurang lebih satu jam jika menggunakan angkutan darat, dibandingkan melewati sungai yang memakan waktu berjam-jam baru sampai di kota kandangan.
iring-iringan lanting ini sekarang sudah dijadikan kegiatan wisata tahunan oleh pemerintah daerah bahkan bisa dikatakan dilombakan yang sekarang dikenal dengan bambu rafting.
Filed under: Uncategorized