ASEJ 372

proses pembuatan Gula Merah

Salah satu penopang ekonomi kehidupan masyarakat Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan di desa Banua Hanyar Kelurahan Jambu Hilir kebanyakannya adalah sebagai penghasil gula merah (gula aren). Dari hasil peenjualan gula merah cukup lumayan untuk biaya hidup sehari hari. Untuk gula merah asli harga perkilonya untuk pertengan tahun 2009 terbilang mahal, mencapai Rp. 9.500,-
Gula merah diambil dari pohon enau (aren) yang sudah berbuah dan ada mayangnya maka mayangnyalah yang diambil.
Mayang tersebut dibesihkan atau dipalapah dengan memberikan tangga (sigay) terlebih dahulu agar lebuh mudah untuk melakukan proses berikutnya.
Kemudian mayang yang sudah dipilih dipukul-pukul (digual) 1 minggu sekali selama satu bulan hingga mayang tersebut merekah, mayang yang sudah merekah kemudian dipotong dengan parang.
Hari kamis adalah hari baik untuk memotong mayang, karena hari kamis dianggap hari rezeki oleh para membuat gula aren.
Dari mayang yang sudah dipotong akan keluar air yang disebut dengan air nira, air nira ditampung dengan tukil (jirigen). Pengambilan nira tersebut dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore hari. Penggunaan tukil sebagai tempat untuk menampung air nira digunakan sebelum adanya jerigen. Karena penggunaan jerigen lebih praktis maka kebanyakan pengrajil sekarang lebih memilih untuk memakai jerigen.
Bila lengan aren sudah tidak banyak mengeluarkan air lagi maka perlu untuk dilakukan pengirisan tipis pada ujung lengan aren, agar lengan aren mengelauarkan banyak air lagi. Pengirisan ujung lengan aren ini menggunakan pisau khusus atau yang disebut dengan pisau sadap.
Agar air tampungan dalam jirigen tidak berasa asam biasanya ditambah sedikit raru.
Setelah airnya diambil lalu dimasak di dalam kuali sampai air nira tersebut jadi gula. Proses pemasakan air nira tersebut kira-kira memakan waktu 8 jam.
Tempat memasak gula biasanya di atas tungku yang terbuat dari tanah yang sudah dibentuk atau disebat dengan panggulaan.
Setelah air gula masak, proses berikutnya adalah mengaduk-aduk air gula agar air gula yang sudah masak mengental. Setelah mengental lalu di masukan / dituang kedalam lumpang atau wadah atau cetakannya sampai mengeras baru jadi gula.
Sebelum para pengrajin mengenal cetakan dari plastik, mereka menggunakan lumpang yang terbuat dari kayu yang di lubangi.
Demikianlah cara membuat gula merah.

Raru : campuran air dengan taras nangka ditambah kapur dan direndam dalam wadah. Gunanya agar air nira tidak asam dan supaya gula merah jadi keras.
Sigay : tangga untuk menaiki pohon aren yang terbuat dari bambu (haur) yang rantingnya dipotong.
Tukil : tempat penampungan sementara air nira yang dipasang pada lengan aren terbuat dari bambu panjangnya kurang lebih 1,5 meter.
Panggual : fungsinya untuk memukul lengan enau (mayang) agar mayang keluar airnya. Terbuat dari kayu ulin yang sudah dibentuk.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.